Analisa Usaha Budidaya Kambing Etawa
Menganalisa biaya dan pendapatan suatu usaha merupakan hal yang sering ditanyakan ketika memulai suatu bidang usaha. Hal ini adalah sangat wajar mengingat pertimbangan untung rugi adalah salah satu faktor yang melandasi seseorang untuk melakukan wirausaha. Dalam beternak kambing peranakan etawa atau kambing etawa sebenarnya sudah banyak literatur buku dan website yang menjelaskan analisis ini.
Beberapa buku yang kami rekomendasikan sebagai referensi adalah:
- “Meningkatkan Produksi Susu Kambing Peranakan Etawa”, Penerbit Agromedia.
- “Beternak Kambing Unggul”, Penerbit Panebar Swadaya.
Umumnya analisa kambing etawa yang dibuat oleh referensi yang ada sifatnya sangat ideal. Hal ini terkadang membuat para pemula ragu apakah perhitungan tersebut realistis? dapatkah peternakan saya nanti mendapatkan keuntungan seperti dalam analisa? bagaimana seandainya analisa tersebut salah?. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sangat mungkin dan hampir pasti muncul dalam membaca suatu analisa bisnis kambing etawa.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan analisa perhitungan beternak kambing etawa itu menjadi kurang valid adalah:
- Letak kandang terhadap sumber pakan hijauan. Letak kandang kambing etawa yang jauh dari sumber pakan tentu membutuhkan biaya yang lebih daripada yang kandang yang dekat dengan sumber pakan.
- Biaya hidup di daerah tempat kandang. Biaya untuk membuat infrastruktur kandang tentunya berbeda untuk tiap daerah. Biaya meliputi harga bangunan dan upah tukang. Demikian juga upah pegawai anak kandang sudah pasti berbeda.
- Daya serap pasar akan produk ternak kambing etawa setiap daerah berbeda. Sebagai contoh harga susu kambing setiap daerah bervariasi. Bahkan di daerah tertentu belum tentu kita dapat menjual susu kambing.
- Tujuan beternak berbeda dengan tujuan yang dianalisa dalam referensi. Beternak kambing etawa untuk kontes tentu akan berbeda dengan beternak kambing etawa untuk susu dan pedaging.
- Harga kambing etawa dalam realita berbeda dengan harga dalam analisa referensi. Pada umumnya harga kambing etawa dalam analisa lebih murah dibandingkan dengan harga yang sekarang. Dapat juga perbedaan harga ini disebabkan perbedaan harga tiap daerah.
Diperlukan kebijakan dalam menyikapi suatu analisa usaha beternak kambing etawa. Jangan sampai analisa-analisa tersebut membuat para pemula menjadi enggan untuk beternak atau bahkan terlalu berharap (over expectation). Terlalu berharap untuk mendapatkan keuntungan dari analisa-analisa yang ada akan mengakibatkan suatu usaha ternak dapat langsung tutup ketika menemui suatu kendala.
Beberapa langkah bijak yang dapat dilakukan:
- Menjadikan analisa-analisa yang ada sebagai gambaran kasar dari keuntungan yang mungkin didapat. Semua usaha pasti menguntungkan asal dilakukan dengan fokus dan konsisten. Tidak mesti keuntungan yang anda dapat lebih rendah daripada analisa tersebut.
- Memperhatikan letak kandang terhadap sumber pakan hijauan. Salah satu kunci sukses beternak kambing etawa adalah menekan biaya pakan. Perlu diperhatikan juga keseterdiaan pakan konsentrat seperti ampas tahu atau bungkil jagung (tumpi).
- Mengetahui daya serap pasar terhadap produk ternak kambing etawa. Dengan mengetahui daya serap pasar akan menentukan tujuan beternak kambing etawa. Apakah untuk pedaging, susu atau kontes.
- Membangun infrastruktur sesuai dengan jumlah kambing etawa yang akan dipelihara dan modal yang dimiliki. Sebagai contoh sangat bagus untuk memiliki kandang terbuat dari kayu dan beratap genteng. Namun jika belum ada modal, maka kayu dapat diganti bambu dan genteng dapat diganti asbes. Intinya adalah mendahulukan yang perlu agar peternakan dapat berjalan. Pemilihan infrastruktur juga harus mempertimbangkan perkembangan usaha. Tujuannya adalah untuk efisiensi penggunaan modal.
- Memilih kambing peranakan etawa atau kambing etawa yang sesuai dengan tujuan beternak dan modal yang dimiliki. Harga kambing etawa ras kaligesing di pasaran saat ini cukup mahal. Dengan membeli bibit atau induk kambing etawa ras senduro yang lebih murah dan berkualitas akan dapat mengurangi biaya pembelian kambing perah dan pedaging.
- Mulai dari mudah, murah dan kecil. Hal ini memberi kesempatan bagi peternak kambing etawa pemula untuk belajar aspek-aspek manajemen ternak kambing etawa. Selain itu mengurangi resiko kerugian jika ada kambing yang mati.
- Berpikir ke depan untuk mengembangkan dan membesarkan peternakan kambing etawa. Dengan prinsip ini diharapkan peternak tidak terburu-buru untuk mengambil semua laba tanpa memperhitungkan pembesaran kandang (seperti perluasan kandang atau penambahan kambing etawa). Hendaknya keuntungan yang didapat dapat diputar lagi untuk memperbesar aset peternakan kambing etawa.
- Selalu membuka diri untuk selalu belajar ilmu ternak kambing etawa. Konsultasi antar sesama peternak kambing etawa dan yang telah berhasil dapat membantu pemahaman manajemen ternak yang baik dan benar.
Beternak kambing etawa adalah salah satu bisnis atau usaha yang paling mudah dan kecil resikonya. Harga kambing dari tahun ke tahun bukannya tambah murah. Meskipun sudah banyak peternak kambing namun permintaan pasar masih tinggi. Hal ini disebabkan faktor populasi penduduk, religius (akikah, kurban dan hajatan), ekspor dan inflasi.
Resiko beternak kambing etawa termasuk kecil. Hal ini disebabkan kambing etawa adalah kambing unggulan yang tahan akan penyakit. Hal ini tidak seperti sapi atau ayam yang sangat rentan terhadap penyakit.
Disamping itu pemeliharan kambing etawa cukup mudah. Kandang dapat dibuat dari bambu. Tidak membutuhkan pakan khusus selain hijauan daun dan konsentrat (jika ada). Lantai kandang kambing yang berkisi-kisi memungkinkan kotoran (srintil) langsung jatuh ke tanah. Srintil dapat dibiarkan di tanah tanpa menimbulkan bau (asal kering). Srintil ini dengan sendirinya dapat terurai dengan halus dan hasilnya dapat dijual sebagai pupuk.









[...] Menjual kambing pedaging lebih mudah daripada kambing kontes. Kami sering mendengar beberapa peternak luar kota mengeluh kesusahan dalam menjual kambing karena sudah terlanjur membeli dengan harga mahal. Kambing etawa ras senduro jelas lebih mudah untuk dijual karena harga lebih murah dan kebutuhan pasar sudah pasti dan tinggi. Untuk referensi silahkan baca artikel kami http://www.etawajaya.com/analisa-usaha-budidaya-kambing-etawa. [...]
Assalamu,alaikum Wr Wb,
Sebelumnya terima kasih atas penjelasannya,yang sangat berguna bagi kami ini yang baru memulai usaha ini.Mudah-mudahan bangsa kita akan lebih cerdas karena asupan gizi dari daging dan susu dari kambing etawa dapat dijangkau oleh masyarakat.
Saya ada pertanyaan,semoga bisa dibantu:
Sekitar 5 bulan lalu saya beli 2 ekor indukan kambing etawa di pasar kambing umum.Saya lihat umurnya +- 2 tahunan.Dan selama ini saya coba untuk dikawinkan tapi si betina tidak mau aja.Kata tetangga bahwa kambing tersebut sudah bunting karena telinganya sudah mengarah kedepan.Yang jadi pertanyaan saya:
1.Apakah betul telinga yang mengarah kedepan merupakan salah satu ciri kambing bunting?
2.Bagaimana ciri-ciri kambing etawa bunting,untuk kami yang masih awam ini?
Sebelumnya kami sampaikan terima kasih.Semoga peternak Indonesia akan JAYA.Amien…
WAssalam,
salsabila.
[...] Ada baiknya peternak lebih mengutamakan kualitas & kuantitas isi dari kandang (kambing etawa), bukan berfokus pada desain kandang kambing etawa yang sempurna. Dari hasil pembiakan kambing etawa dapat digunakan untuk merenovasi kandang. Modal akan lebih efektif jika dialokasikan untuk menambah kuantitas kambing etawa yang berkualitas (Referensi: Analisa Usaha Budidaya Kambing Etawa ). [...]
ak bingung mo usaha ini.. enaknya ternak ato cuma penggemukan sja ya…
Pak Cahyo,
Meskipun penggemukan, aspek dasar beternak yg baik dan benar jg sangat dibutuhkan. Untuk menghasilkan produk ternak yg bagus dan meminimilisasi dari resiko penyakit dan kematian hanya dapat diketahui dari beternak. Terimakasih
salam kenal,
mas klo saya hanya pengin usaha kambing untuk pedaging apa yang paling baik untuk dilakukan?
apakah kawin silang kambing jawa betina dengan pejantan pe bisa menghasilkan turunan cukup bagus sbg kambing pedaging?
terima kasih atas respon nya.
Pak Agus,
Pertanyaanya kenapa harus mengawinkan kambing unggul dng yg kurang unggul? Opini kami harusnya kambing yg unggul bisa menghasilkan kambing untuk konsumsi yg berkualitas. Memang terjadi salah paham yg dinamakan kambing unggul adalah yg punya seni (kontes). Ini definisi unggul berdasar seni. Hemat kami yang dinamakan kambing unggul seharusnya yg memiliki postur besar & tebal sehingga mampu menghasilkan daging yg banyak.
Jika ingin menghasilkan kambing unggul tentunya hanya bisa dihasilkan dari pejantan dan betina yg unggul pula.
Terimakasih
salam sejahtera
Apakah saudara Wawan juga menerima Investor?
terima kasih
Anugrah Pangestu
salam kenal….
saya dan temen saya lagi berfikir tentang sistem bagi hasil dalam ternak kambing.dalam penggemukan khususnya untuk hari raya korban
modal dari teman saya tapi kandang belum ada, enaknya gimana ya…
Betul sekali agribisnis kambing harusnya gak ada matinya … saya pernah dapat info dari teman kalo arab saudi butuh pasokan kambing dalam jumlah besar pertahunnya dan australia yg bisa memenuhi padahal kalo kita mampu pastilah mereka lebih memilih kita karena berbagai alasan.
nah sekarang … memenuhi pasar lokal aja kadang kewalahan pa lagi ekspor … peluang yg sangat luar biasa!!! hanya perlu dicermati kalo spekulan atau perusak pasar mulai bermain.